Langit untuk Hanin
Langkah Kecil yang Tak Pernah Sia-sia BAB 1 - EPILOG Hanin tidak pernah memilih untuk lahir tanpa ayah. Ia juga tidak pernah meminta hidupnya menjadi lebih rumit dari anak-anak lain. Namun sejak dua bulan setelah kelahirannya, takdir sudah menuliskan bahwa ia harus belajar menjadi kuat… bahkan sebelum ia mengerti arti kehilangan. Desa kecil tempat ia lahir menjadi saksi bagaimana seorang ibu muda berjuang sendirian. Hanin tumbuh tanpa mengeluh. Ia bermain seperti anak-anak lain, tertawa seperti mereka, namun di dalam dirinya ada ruang kosong yang tak pernah benar-benar terisi. Ketika ibunya menikah kembali, Hanin yang masih berusia empat tahun hanya tahu bahwa mereka akan pindah ke kota. Kota yang lebih ramai. Kota yang lebih keras. Kota yang mengajarinya bahwa hidup bukan hanya tentang bermain, tetapi tentang bertahan. Ia memiliki dua kakak tiri perempuan dan seorang adik kecil. Rumah itu tidak selalu mudah, tapi juga tidak sepenuhnya menyakitkan. Ayah tirinya adalah pria sederhana de...