Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2026

Langit untuk Hanin

Gambar
Langkah Kecil yang Tak Pernah Sia-sia BAB 1 - EPILOG Hanin tidak pernah memilih untuk lahir tanpa ayah. Ia juga tidak pernah meminta hidupnya menjadi lebih rumit dari anak-anak lain. Namun sejak dua bulan setelah kelahirannya, takdir sudah menuliskan bahwa ia harus belajar menjadi kuat… bahkan sebelum ia mengerti arti kehilangan. Desa kecil tempat ia lahir menjadi saksi bagaimana seorang ibu muda berjuang sendirian. Hanin tumbuh tanpa mengeluh. Ia bermain seperti anak-anak lain, tertawa seperti mereka, namun di dalam dirinya ada ruang kosong yang tak pernah benar-benar terisi. Ketika ibunya menikah kembali, Hanin yang masih berusia empat tahun hanya tahu bahwa mereka akan pindah ke kota. Kota yang lebih ramai. Kota yang lebih keras. Kota yang mengajarinya bahwa hidup bukan hanya tentang bermain, tetapi tentang bertahan. Ia memiliki dua kakak tiri perempuan dan seorang adik kecil. Rumah itu tidak selalu mudah, tapi juga tidak sepenuhnya menyakitkan. Ayah tirinya adalah pria sederhana de...

Di Waktu yang Salah, Kita Pernah Saling Memiliki

Gambar
  Malam yang Bertanya tentang Cinta Malam ini sunyi, tapi kepalaku riuh. Di antara detik jam yang berdetak pelan, aku merasakan sesuatu yang seharusnya tak pernah aku harapkan. Sebuah keinginan sederhana, tapi terasa begitu mustahil: "bagaimana rasanya menjadi seorang wanita yang benar-benar dicintai seutuhnya?" Bukan sekadar ditemani. Bukan sekadar dibutuhkan. Tapi dicintai. Wanita yang diperlakukan selayaknya wanita. Disayangi, dicukupi, dihargai. Bahkan… diratukan. Aku tahu ini terdengar konyol. Terlalu berlebihan, mungkin. Tapi salahkah jika aku ingin merasakan bagaimana rasanya dipilih tanpa ragu? Diprioritaskan tanpa diminta? Diperjuangkan tanpa harus membuktikan diri berkali-kali? Kamu tahu wanita yang begitu diratukan oleh pria yang dicintainya? Wanita yang matanya berbinar hanya karena satu pesan singkat. Wanita yang tak perlu meminta perhatian, karena perhatian itu datang dengan sendirinya. Wanita yang tidak perlu membandingkan, karena ia sudah merasa cukup. Aku per...